Kutip.id, Kutai Kartanegara – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melaporkan lonjakan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Hingga Ahad, 7 Desember 2025, total korban meninggal tercatat 940 orang, meningkat dari laporan sehari sebelumnya.
Dalam data geoportal penanganan darurat yang disiarkan BNPB, Aceh menjadi provinsi dengan korban meninggal tertinggi yakni 366 jiwa, disusul Sumatera Utara dengan 329 jiwa dan Sumatera Barat 226 jiwa.
Tak hanya itu, BNPB juga mencatat 329 orang masih hilang di tiga provinsi. Sumatera Barat menempati jumlah korban hilang terbesar dengan 213 orang, sedangkan Aceh mencatat 97 orang dan Sumatera Utara 82 orang. Adapun total korban luka mencapai 5.000 jiwa, menandakan besarnya dampak bencana yang terjadi hampir serentak.
Sehari sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa korban meninggal pada Sabtu, 6 Desember 2025, telah mencapai 914 jiwa.
“Inalillahi wa inailihi roji’un. Tentu saja simpati yang sangat mendalam kepada para korban. Hari ini jumlah korban meninggal secara total itu 914 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers resmi BNPB.
Ia menekankan bahwa angka korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan pencarian yang terus dilakukan di berbagai titik terdampak. Sebagian laporan korban hilang juga ditemukan kembali dalam kondisi selamat, membuat data terus bergerak.
“Kita harapkan angka ini terus turun, hingga operasi pencarian dan pertolongan bisa benar-benar meminimalkan jumlah korban hilang,” katanya.
Hingga kini, petugas gabungan masih berupaya membuka akses wilayah terisolasi, melakukan pendataan, dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah pusat dan daerah disebut terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan darurat di kawasan yang mengalami kerusakan paling parah.





