Patung Kasuari Ikonik di Kantor Gubernur Papua Barat Raib, Satpol PP Disorot

No comments

Kutip.id,CNN Indonesia-Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menekankan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum maksimal. Menurutnya, lemahnya penjagaan, khususnya di malam hari, memberi celah bagi pelaku untuk mengeksekusi aksi pencurian.

“Satpol ada di mana sampai patung sebesar itu bisa hilang?” ungkap Dominggus usai mengikuti ibadah awal bulan ASN di Kantor Gubernur, Manokwari, Selasa (7/4). Ia menambahkan bahwa dari 12 personel yang seharusnya bertugas, jumlah petugas yang berjaga kerap jauh dari standar, bahkan kadang hanya dua hingga empat orang atau tidak ada sama sekali.

Kehilangan patung kasuari ini dianggap serius karena merupakan simbol kebanggaan daerah. Dominggus menegaskan Satpol PP harus bertanggung jawab penuh terhadap keamanan seluruh aset pemerintah. “Kejadian ini cukup yang terakhir dan jangan sampai terulang,” tegasnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Papua Barat, dan Tim Reskrimum berhasil menangkap dua tersangka berinisial LH dan LIM serta satu penadah berinisial F. Penangkapan dilakukan menyusul laporan resmi Pemprov Papua Barat tertanggal 5 April 2026.

Dengan penegakan hukum yang cepat, pemerintah berharap keamanan aset daerah dapat diperkuat, sekaligus memberi peringatan bahwa kelalaian pengawasan tidak dapat ditoleransi.

Kutip.id, CNN Indoneisa-Dua patung burung kasuari yang menjadi ikon di kantor Gubernur Papua Barat dilaporkan hilang akibat pencurian, memicu sorotan tajam terhadap sistem keamanan di lingkungan pemerintahan daerah.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menekankan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum maksimal. Menurutnya, lemahnya penjagaan, khususnya di malam hari, memberi celah bagi pelaku untuk mengeksekusi aksi pencurian.

“Satpol ada di mana sampai patung sebesar itu bisa hilang?” ungkap Dominggus usai mengikuti ibadah awal bulan ASN di Kantor Gubernur, Manokwari, Selasa (7/4). Ia menambahkan bahwa dari 12 personel yang seharusnya bertugas, jumlah petugas yang berjaga kerap jauh dari standar, bahkan kadang hanya dua hingga empat orang atau tidak ada sama sekali.

Kehilangan patung kasuari ini dianggap serius karena merupakan simbol kebanggaan daerah. Dominggus menegaskan Satpol PP harus bertanggung jawab penuh terhadap keamanan seluruh aset pemerintah. “Kejadian ini cukup yang terakhir dan jangan sampai terulang,” tegasnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Papua Barat, dan Tim Reskrimum berhasil menangkap dua tersangka berinisial LH dan LIM serta satu penadah berinisial F. Penangkapan dilakukan menyusul laporan resmi Pemprov Papua Barat tertanggal 5 April 2026.

Dengan penegakan hukum yang cepat, pemerintah berharap keamanan aset daerah dapat diperkuat, sekaligus memberi peringatan bahwa kelalaian pengawasan tidak dapat ditoleransi.

Also Read

Bagikan: