Kutip.id,Maluku Tenggara – Aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan.
Kedua pelaku masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36). Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi. Saat ini, keduanya telah dibawa ke Polres untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rosita Umasugi, menyatakan bahwa penyidik masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut. “Motifnya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Peristiwa tragis itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, sekitar pukul 11.25 WIT. Saat kejadian, korban baru saja tiba menggunakan pesawat dari Ambon, usai perjalanan panjang dari Jakarta. Nus Kei sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengimbau masyarakat, khususnya keluarga dan pendukung korban, untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. Ia menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan tetap kondusif dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
“Kami harap tidak ada tindakan yang justru memperkeruh keadaan. Serahkan sepenuhnya kepada aparat,” tegasnya.
Sementara itu, situasi di Maluku Tenggara dilaporkan tetap aman dan terkendali pasca kejadian.
Diketahui, Nus Kei baru saja kembali dari Jakarta setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Kepulangannya ke daerah bertujuan untuk mengikuti proses pencalonan kembali sebagai Ketua DPC Golkar Maluku Tenggara dalam agenda Musyawarah Daerah (Musda).
Duka mendalam turut disampaikan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. Sekjen Golkar, Muhammad Sarmuji, mengaku terpukul atas insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Kami berharap kasus ini segera diusut tuntas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh kader untuk tetap waspada namun tidak terprovokasi oleh situasi, sembari menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.





