Kutip.id,Jakarta – Pemerintah kembali memperketat pengawasan terhadap narapidana berisiko tinggi. Sebanyak 263 warga binaan dari berbagai daerah dipindahkan secara serentak ke kompleks lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan pada Kamis (23/4) malam.
Ratusan napi tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera hingga Jakarta, dengan jumlah terbanyak dari Riau dan Sumatera Utara. Pemindahan dilakukan secara terkoordinasi dengan pengamanan ketat.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyampaikan bahwa seluruh warga binaan telah diterima di beberapa lapas di Nusakambangan sekitar pukul 21.50 WIB.
“Proses pemindahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, dengan pengamanan maksimal di setiap tahap,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Setibanya di Nusakambangan, para narapidana langsung ditempatkan dalam sistem pengamanan maksimum hingga super maksimum. Mereka juga akan menjalani program pembinaan intensif selama enam bulan ke depan.
Evaluasi perilaku menjadi kunci. Jika menunjukkan perubahan positif, para napi berpeluang dipindahkan ke lapas dengan tingkat pengamanan lebih rendah.
Mashudi mengungkapkan, skema ini bukan hal baru. Sejumlah warga binaan sebelumnya bahkan berhasil turun status dari kategori high risk hingga ke lapas dengan pengamanan minimum di Nusakambangan.
Dengan tambahan ini, total narapidana yang telah dipindahkan ke Nusakambangan kini mencapai 2.554 orang.
Menurut Mashudi, kebijakan ini bukan sekadar langkah tegas, melainkan strategi untuk memutus rantai pelanggaran di dalam lapas, khususnya peredaran narkoba.
“Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi narkoba. Ini langkah pencegahan sekaligus pembinaan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik ilegal, sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang mendorong kebijakan “zero narkoba dan handphone” di dalam lapas.
Pemindahan ini menjadi bagian dari upaya besar reformasi sistem pemasyarakatan, dengan menempatkan keamanan dan pembinaan sebagai dua pilar utama.




