Kutip.id,Halmahera Utara – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) yang sebelumnya hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan pada Minggu.
Dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan menyisir area lereng gunung yang dipenuhi material vulkanik dan pasir panas. Sehari sebelumnya, satu warga negara Indonesia (WNI) juga lebih dulu ditemukan tewas.
Proses pencarian melibatkan hampir seratus personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, hingga masyarakat sekitar. Tim bekerja di tengah kondisi gunung yang masih mengalami erupsi fluktuatif dan medan yang berbahaya.
Petugas SAR menyebut evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena tubuh korban tertimbun material vulkanik dengan kedalaman signifikan. Selain itu, aktivitas erupsi yang masih terjadi membuat tim harus bergerak ekstra hati-hati demi keselamatan personel.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke pos penanganan darurat sebelum dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Di luar korban meninggal, sebanyak 15 pendaki lainnya berhasil selamat. Sebagian besar merupakan wisatawan asing yang sebelumnya berada di kawasan pendakian Gunung Dukono.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap larangan aktivitas di kawasan rawan bencana gunung api. Pemerintah daerah sebelumnya telah menutup aktivitas pendakian Gunung Dukono karena meningkatnya aktivitas vulkanik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki radius bahaya di sekitar kawah gunung serta selalu memperhatikan informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan vulkanologi.
Bagi masyarakat Kalimantan Timur yang berencana melakukan wisata alam atau pendakian ke luar daerah, otoritas mengingatkan agar selalu memeriksa status gunung api aktif dan mengikuti aturan keselamatan demi menghindari risiko bencana serupa.





