Imbas Pembatasan Sepinggan, Bandara APT Pranoto Kebanjiran Penumpang

No comments

Kutip.id, Samarinda – Aktivitas di Bandara APT Pranoto mendadak meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini terjadi seiring penyesuaian operasional di Bandara SAMS Sepinggan yang tengah menjalani tahap teknis penting.

Kepala BLU UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa pembatasan di Bandara Sepinggan dilakukan untuk mendukung uji kecepatan landasan (runway speed test). Proses ini merupakan bagian krusial sebelum proyek penebalan landasan pacu (overlay) demi meningkatkan standar keselamatan penerbangan.

Selama pekerjaan berlangsung, operasional Bandara Sepinggan dibatasi pada jam tertentu, yakni mulai pukul 14.00 hingga 05.00 WITA pada sejumlah tanggal di April 2026. Kondisi ini membuat sebagian penerbangan dialihkan ke Samarinda.

“Kami sudah berkoordinasi dengan maskapai, termasuk Lion Group. Saat ini permintaan rute Jakarta–Samarinda sangat tinggi, sementara arah sebaliknya relatif lebih stabil,” ungkap Kadek.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola Bandara APT Pranoto mengajukan status sebagai bandara alternatif (alternate aerodrome) kepada Otoritas Bandara Wilayah VII. Langkah ini diambil agar arus penumpang tetap terjaga meski terjadi pembatasan di Balikpapan.

Saat ini, Bandara APT Pranoto melayani sekitar 20 hingga 30 penerbangan per hari, mencakup rute domestik utama dan penerbangan perintis. Kapasitas ini diharapkan mampu menampung limpahan penumpang dari Sepinggan yang biasanya mengoperasikan sekitar 50 penerbangan harian.

Namun, lonjakan permintaan juga memicu efek lain: harga tiket pesawat yang sempat melonjak tajam. Di media sosial, warganet ramai membahas tarif rute Surabaya–Samarinda yang disebut-sebut sempat menembus puluhan juta rupiah.

Padahal dalam kondisi normal, harga tiket rute tersebut berada di kisaran Rp1,2 juta untuk kelas ekonomi dan sekitar Rp2 juta untuk kelas bisnis.

Pihak otoritas pun memastikan terus memantau situasi ini agar lonjakan harga tetap terkendali dan tidak melampaui batas yang ditetapkan dalam regulasi Tarif Batas Atas (TBA).

Dengan peran barunya sebagai penyangga sementara, Bandara APT Pranoto kini menjadi simpul penting mobilitas masyarakat Kalimantan Timur di tengah penyesuaian operasional di Balikpapan.

Also Read

Bagikan: