Pemerintah Kaji Ulang Program Studi, Prodi Tak Sesuai Kebutuhan Industri Berpotensi Ditutup

No comments

Kutip.id,Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mulai menyiapkan langkah besar dalam penataan ulang program studi di perguruan tinggi. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya jumlah lulusan yang dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan pasar kerja.

Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukonco, menyebut pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program studi di berbagai perguruan tinggi, termasuk kemungkinan penyesuaian hingga penutupan prodi yang dianggap tidak lagi relevan.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan agar lulusan pendidikan tinggi lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan arah pembangunan ekonomi nasional. Saat ini, sejumlah program studi dinilai mengalami kelebihan lulusan, sementara daya serap industri tidak sebanding.

Salah satu contoh yang disorot adalah bidang pendidikan. Dalam data yang disampaikan, lulusan program studi keguruan mencapai ratusan ribu setiap tahun, sementara kebutuhan tenaga pengajar baru jauh lebih kecil. Kondisi serupa juga mulai terlihat pada beberapa bidang lain yang berpotensi mengalami kelebihan pasokan lulusan di masa depan.

Pemerintah menilai situasi ini perlu segera ditangani agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara output pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. Selain itu, arah pembukaan program studi di perguruan tinggi juga akan disesuaikan dengan pendekatan berbasis kebutuhan ekonomi dan pasar kerja, bukan semata popularitas peminat.

Kebijakan ini juga akan melibatkan konsorsium perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menyusun peta kebutuhan tenaga kerja jangka panjang. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.

Secara nasional, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di tengah bonus demografi. Pemerintah menilai, tanpa penyesuaian yang tepat, potensi tersebut justru bisa berubah menjadi tantangan ketenagakerjaan di masa depan.

Evaluasi program studi ini direncanakan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan industri, pemerataan tenaga kerja, serta arah pembangunan nasional.

Also Read

Bagikan: