Kutip.id, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih dalam penanganan. Setelah dua hari terbakar, area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat Samuel mengatakan angka tersebut masih merupakan perkiraan karena petugas masih berkonsentrasi melakukan pemadaman.
“Untuk luasannya kita belum tahu karena saat ini masih fokus terhadap penanganan pemadaman. Namun dipastikan ini cukup luas yang mungkin kurang lebih sekitar 10 hektare,” kata Samuel, Senin (10/8/2026).
Pemadaman melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat. Petugas menghadapi kondisi yang cukup sulit karena sebagian area terbakar merupakan lahan gambut.
Cuaca panas dan angin kencang turut meningkatkan risiko api menyebar ke area lain. Kepulan asap juga mulai menutupi kawasan sekitar Desa Sungai Tendang yang berada tidak jauh dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Samuel mengatakan pemerintah daerah juga melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab kebakaran. Hasil pengumpulan informasi dan penelusuran selanjutnya diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
“Data dan hasil pelacakan kejadian kami serahkan kepada aparat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka lahan, terutama saat musim kemarau ketika kondisi vegetasi dan tanah lebih mudah terbakar.
Pemerintah daerah juga mengutamakan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Namun, tindakan hukum tetap akan ditempuh jika ditemukan pihak yang terbukti melakukan pembakaran.
“Pembakaran lahan juga dapat berujung pidana. Berdasarkan Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pelaku pembakaran dapat dikenai hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun serta denda Rp3 miliar hingga Rp10 miliar,” kata Samuel.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan sekitar 500 personel telah disiapkan melalui Operasi Aman Nusa-II untuk menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Personel tersebut bekerja bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Upaya pencegahan menjadi fokus agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.
“Saya berharap lebih baik bisa mencegah terjadinya karhutla. Makanya sekarang kegiatan pembinaan masyarakat terus masif dilakukan, dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga masyarakat peduli api,” kata Iwan.




