Kutip.id, Kutai Kartanegara – DP3A Kutai Kartanegara (Kukar) baru-baru ini meluncurkan program sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, yang dirancang untuk menjangkau seluruh kecamatan di wilayah tersebut.
Program ini bertujuan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak melalui pendekatan langsung dan edukasi tentang berbagai bentuk kekerasan, seperti bullying, kekerasan fisik, dan kekerasan verbal.
Kekerasan terhadap anak dianggap bukanlah isu baru di Indonesia, terutama di Kabupaten Kukar. Berdasarkan data lokal, kasus-kasus kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi. Meskipun sudah ada upaya pencegahan dan penanganan dari berbagai pihak.
Hal itu dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Khusus Anak DP3A Kukar, Marhaini. Menurutnya, program sosialisasi ini merupakan solusi inovatif untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kami ingin anak-anak memahami berbagai macam bentuk kekerasan yang mungkin telah mereka alami, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya,” ujarnya, Selasa (20/8/2024).
Untuk diketahui, sosialisasi ini tidak hanya mengedukasi anak-anak tentang jenis-jenis kekerasan, tetapi juga mendorong mereka untuk memiliki keberanian dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan yang dialami.
“Kami ingin anak-anak segera melaporkan kejadian maupun peristiwa kekerasan yang mereka alami atau saksikan,” tegasnya.
Harapannya, sosialisasi yang diinisiasi oleh DP3A ini bisa meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap anak-anak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.





