Kutip.id, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada ajang Pimpinan Daerah Award 2025 yang digelar iNews TV di Jakarta, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, berhasil meraih penghargaan bergengsi di bidang ketahanan pangan.
Sorakan dan tepuk tangan menggema ketika Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyerahkan trofi penghargaan secara langsung kepada Rendi. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Kukar tidak hanya fokus pada pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga serius menyiapkan masa depan melalui pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, ini adalah penghargaan kedua yang diberikan iNews kepada Kutai Kartanegara. Tahun lalu, kita mendapat apresiasi di bidang ekonomi kreatif dan UMKM. Kali ini, penghargaan ketahanan pangan terasa sangat istimewa karena langsung berkaitan dengan hajat hidup orang banyak,” ujar Rendi usai menerima anugerah tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari kerja keras para petani di lapangan. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut ia persembahkan untuk ribuan petani Kukar yang setiap hari bekerja tanpa lelah memastikan ketersediaan pangan masyarakat.
“Trofi ini bukan untuk saya pribadi, tapi untuk para petani yang telah berjuang dalam sunyi. Mereka adalah pahlawan pangan kita. Modernisasi pertanian adalah kunci, dan saya ingin generasi muda berani memilih bertani sebagai jalan hidup,” tegas Rendi.
Wabup Kukar itu juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi daerah, yakni regenerasi petani. Saat ini, mayoritas petani di Kukar telah berusia lanjut. Padahal, sebagai salah satu daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kukar memikul tanggung jawab besar untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Untuk itu, Pemkab Kukar gencar mendorong lahirnya petani milenial dengan memperkenalkan berbagai teknologi pertanian modern. Mulai dari penggunaan drone untuk pemantauan lahan, alat dan mesin pertanian (alsintan) canggih, hingga mekanisasi lahan, terus digalakkan agar pertanian tidak lagi dipandang kuno, melainkan sebagai sektor strategis yang menjanjikan.
“Bertani hari ini bukan lagi sekadar soal lumpur dan cangkul. Bertani adalah tentang teknologi, inovasi, dan masa depan bangsa. Saya berharap anak-anak muda Kukar bisa ikut ambil bagian,” tambah Rendi dengan optimis.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata. Dengan inovasi dan peran generasi muda, pertanian bisa menjadi benteng ekonomi sekaligus penopang utama keberlanjutan bangsa.
Dengan penghargaan ini, Kukar kian menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (Ysa)





