Kutip.id,Samarinda – Menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, masyarakat di Kalimantan Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya berbagai penyakit.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering dan perubahan musim dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan pencernaan, hingga penyakit kulit.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama agar masyarakat tetap sehat selama periode ini.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pertengahan tahun depan,” ujarnya di Samarinda, Kamis.
Sejumlah langkah pencegahan sederhana juga ditekankan, seperti penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rutin mencuci tangan, menjaga pola makan bergizi, serta memastikan asupan cairan tubuh tetap tercukupi untuk menghindari dehidrasi.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan tetap berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Jika tidak ada keperluan mendesak, warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas ekstrem.
Dinkes Kaltim juga mengingatkan pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit. Layanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit diharapkan dapat dimanfaatkan sejak dini untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Menariknya, masyarakat juga dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia di 188 Puskesmas cukup dengan membawa KTP.
Tak hanya penyakit akibat udara kering, Dinkes Kaltim turut mewaspadai potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) serta leptospirosis yang kerap muncul pada masa peralihan musim.





