Kutip.id, Kalimantan Timur – mulai mengembangkan kawasan percontohan budidaya pisang kepok di Kecamatan Sepaku dengan mengusung konsep pertanian modern dan berkelanjutan. Program ini disiapkan untuk memperkuat ketersediaan bibit unggul sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur menanam sekitar 1.000 pohon pisang kepok varietas grecek pada tahap awal pengembangan demplot di Sepaku.
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan proyek tersebut mengandalkan tiga pendekatan utama, yakni penggunaan benih unggul hasil kultur jaringan, mekanisasi pertanian modern, dan sistem budidaya organik berbasis mikroba.
“Pengembangan ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga kualitas bibit dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya di Samarinda.
Benih yang digunakan dalam program tersebut diproduksi melalui teknologi kultur jaringan laboratorium sehingga memiliki kualitas seragam, pertumbuhan lebih cepat, dan ketahanan lebih baik terhadap penyakit tanaman.
Selain itu, pengelolaan lahan dilakukan menggunakan mesin pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mempercepat proses penyiapan area tanam. Pendekatan mekanisasi dinilai penting untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Sementara pada sisi lingkungan, pemerintah menerapkan sistem budidaya organik dengan memanfaatkan agen hayati dan mikroba untuk menjaga kesuburan tanah tanpa ketergantungan tinggi pada bahan kimia.
Menurut Fahmi, kombinasi teknologi benih, mekanisasi, dan pertanian organik diharapkan mampu menjadi model baru pengembangan hortikultura di Kalimantan Timur.
Demplot Sepaku juga diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran bagi petani lokal agar mampu menerapkan metode pertanian modern yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Pemprov Kaltim menilai penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis dalam mendukung kebutuhan pangan kawasan IKN sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.




