Pemkab Kukar Pastikan Dukungan Rumah Ibadah Terus Berjalan Meski Anggaran Terbatas

No comments
Bupati Aulia Rahman Basri saat menyampaikan sambutannya dalam acara peresmian Gereja Rockhill, Selasa (3/12/2025).

Kutip.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menegaskan bahwa program Kukar Berkah tetap menjadi prioritas meskipun daerah tengah menghadapi defisit anggaran. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memastikan komitmen terhadap pembangunan dan pemeliharaan rumah ibadah seluruh umat beragama tidak akan berubah.

“Meskipun kita berada dalam kondisi defisit anggaran, bantuan untuk rumah ibadah tetap kita laksanakan. Porsinya saja yang sedikit kita turunkan, tetapi komitmennya tidak berubah,” ujarnya.

Aulia menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah penerima bantuan perlu dilakukan agar program tetap berkelanjutan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ratusan rumah ibadah menerima dukungan pemerintah, kini alokasinya harus dikurangi menjadi puluhan unit sesuai kemampuan fiskal daerah.

Pada 2026, Pemkab Kukar tetap melanjutkan Kukar Berkah dengan dua fokus utama: dukungan fisik untuk rumah ibadah dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang keagamaan. Bantuan tersebut meliputi gereja, masjid, serta pembinaan bagi guru ngaji, imam, pendeta, dan pembimbing keagamaan lainnya.

“Membangun Kutai Kartanegara bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun karakter generasi bangsa. Rumah ibadah adalah tempat utama untuk membentuk karakter itu,” tegas Aulia.

Ia menambahkan bahwa visi pembangunan Kukar 2025–2030 yang bertajuk Kukar Idaman Terbaik merupakan penguatan dari program Kukar Idaman sebelumnya, salah satunya melalui peningkatan dukungan terhadap rumah ibadah.

Bupati Aulia juga mengajak para pengurus agar rumah ibadah tidak hanya difungsikan untuk kegiatan ritual, tetapi menjadi pusat pembinaan umat.
“Jadikan rumah ibadah sebagai tempat membangun karakter, membina sumber daya manusia, dan mempersiapkan generasi yang kelak menjaga dan merawat Kukar,” pesannya.

Pemkab Kukar pun menegaskan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama. Program-program penguatan toleransi disebut akan tetap dijalankan secara konsisten.

“Setiap rumah ibadah yang tegak di tengah kampung adalah simbol bahwa toleransi di Kukar tetap terjaga, dan pemerintah akan selalu hadir mendukungnya,” tutup Bupati Aulia. (Ysa)

Also Read

Bagikan: