Kutip.id, Tenggarong — Pembangunan Jembatan Pendamping Jembatan Besi di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kini memasuki fase penyelesaian. Proyek yang menelan anggaran Rp58 miliar dari APBD Kukar tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan mulai menyentuh pekerjaan-detail yang menjadi tahap akhir konstruksi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa seluruh struktur utama sudah berdiri dengan sempurna. Fokus pengerjaan kini diarahkan pada penyelesaian bagian pendukung yang memerlukan ketelitian ekstra.
“Struktur bentang sudah selesai. Sekarang tinggal pemasangan railing, trotoar, dan oprit atau jalan pendekat. Pekerjaan ini memang kecil, tetapi cukup kompleks,” jelas Linda, Sabtu (6/12/2025).
Ia menerangkan bahwa pengerjaan oprit dilakukan dari dua arah sekaligus, yakni melalui Jalan Panjaitan dan Jalan Kartini. Namun, proses di sisi Kartini berjalan lebih hati-hati karena terdapat berbagai jaringan utilitas penting di bawah badan jalan.
“Di area itu ada utilitas yang cukup banyak, termasuk pipa PDAM. Jadi prosesnya harus benar-benar teliti,” katanya.
Untuk menjaga progres tetap sesuai jadwal, kontraktor pelaksana menambah jumlah pekerja di lapangan. Setelah seluruh bagian selesai, tahap akhir berupa pengaspalan lapis akhir (overlay) akan dilakukan sebelum jembatan dibuka untuk penggunaan masyarakat.
Linda menegaskan optimisme bahwa pembangunan akan tuntas sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Insya Allah selesai tanggal 22 Desember,” tegasnya.
Jembatan pendamping ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan di pusat Kota Tenggarong dan mengurangi kepadatan di Jembatan Besi yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat. (Ysa)





