MAKASSAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Selasa (24/2) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Sebanyak 545 jiwa atau 169 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan kedua kecamatan tersebut memang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi. Hingga kini, enam titik pengungsian telah difungsikan untuk menampung warga terdampak.
Petugas masih melakukan pendataan serta pemantauan kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan mengantisipasi potensi genangan susulan.
Di wilayah lain Sulawesi Selatan, banjir juga menggenangi RSUD Lasinrang di Kabupaten Pinrang. Sejumlah pasien dievakuasi sementara oleh tenaga medis saat air merendam area rumah sakit dan ruas Jalan A. Pawelloi. Kondisi berangsur normal setelah air surut beberapa jam kemudian.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui BBMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir dan genangan di sejumlah daerah.





