Kutip.id, INews.id-Berbeda dari pelaksanaan di daerah lain, Sumatera Selatan mengangkat ikon ikan Belida sebagai simbol gerakan. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kedekatan emosional masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Kapolda juga mendorong keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, khususnya melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dari tingkat rumah tangga.
“Perubahan harus dimulai dari sumbernya. Anak muda punya peran penting untuk mengedukasi dan memberi contoh dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.
Sinergi 17 Daerah, Menuju Zero Sampah dan Zero Lubang
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang digelar serentak di seluruh kabupaten/kota.
“Saya mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Gerakan ini bukan hanya seremoni, tetapi langkah bersama membangun budaya bersih dan tertib,” ujarnya.
Selain menargetkan Zero Sampah, gerakan ini juga mengusung program Zero Lubang sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Fokus tersebut dinilai krusial menjelang periode mudik dan arus balik Lebaran, di mana mobilitas masyarakat meningkat signifikan.
Program BELIDA turut diarahkan untuk mendukung kesiapan jalur dalam Operasi Ketupat, memastikan kondisi infrastruktur lebih aman dan meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan lalu lintas.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis lokal, Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan infrastruktur yang lebih tertata bagi masyarakat.





