Kuota Sekolah Rakyat Kaltim Terpenuhi, 210 Siswa Siap Menempuh Pendidikan Gratis

No comments

Kutip.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan seluruh kuota peserta didik untuk program Sekolah Rakyat telah terpenuhi. Sebanyak 210 siswa dari keluarga kurang mampu akan mengikuti pendidikan di sekolah berasrama yang dipusatkan di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.

Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, mengatakan keberhasilan memenuhi target penerimaan siswa tidak terlepas dari kerja sama tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang melakukan pendataan dan penjaringan calon peserta di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, untuk kuota sudah terisi penuh semua berkat tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kaltim, yang telah terjun bekerja keras melakukan penjaringan siswa ke berbagai wilayah,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori ekonomi rentan. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan hak pendidikan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dari total 210 siswa yang diterima, sebanyak 60 kursi disiapkan untuk jenjang sekolah dasar, 60 kursi untuk tingkat sekolah menengah pertama, dan 90 kursi untuk jenjang sekolah menengah atas.

Andi menjelaskan sebagian besar peserta didik berasal dari Kota Samarinda. Untuk tingkat SD, sebanyak 55 siswa berasal dari Samarinda dan lima siswa lainnya berasal dari wilayah sekitar. Seluruh kuota SMP diisi oleh siswa yang berdomisili di Samarinda.

Sementara itu, pada jenjang SMA terdapat 80 siswa asal Samarinda dan 10 siswa dari kabupaten serta kota terdekat yang turut diterima dalam program tersebut.

Seluruh peserta didik nantinya akan menempati kompleks Sekolah Rakyat permanen yang dibangun di kawasan Palaran. Fasilitas pendidikan ini berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare dengan luas bangunan mencapai lebih dari 27 ribu meter persegi.

Pemprov Kaltim menargetkan seluruh pembangunan sarana dan prasarana sekolah dapat selesai sesuai jadwal sehingga siap digunakan pada pertengahan Juni 2026.

Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan yang layak dan berkualitas.

Also Read

Bagikan: