Kutip.id, PENAJAM PASER UTARA – Tim gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua lokasi berbeda dengan total area terdampak mencapai 7,32 hektare.
Dilansir dari antarakaltim.com, Kebakaran pertama terjadi di RT 13, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, pada Minggu (20/9) sekitar pukul 16.00 WITA. Api membakar lahan gambut seluas sekitar 6,24 hektare.
Begitu laporan diterima, petugas langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman menggunakan tiga mesin portabel milik BPBD PPU, DPKP Pos Penajam, serta Brigade Karlabun Dinas Pertanian.
Upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA. Sejumlah titik asap yang belum dapat dijangkau pada malam hari kemudian diperiksa kembali pada pagi harinya dan dipastikan telah aman setelah proses pendinginan.
Kebakaran Kedua di Buluminung
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali dilaporkan di RT 04 Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, sekitar pukul 22.30 WITA.
Area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,08 hektare, berupa lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar dan terdapat sisa tebangan.
Petugas melakukan pemadaman dengan peralatan manual seperti kepyok dan pompa punggung, dibantu penyemprotan dari mobil pemadam DPKP Pos Sotek dan Pos Penajam.
Pemadaman di lokasi kedua selesai sekitar pukul 02.30 WITA. Tim kemudian melakukan pengecekan ulang pada pagi hari untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Penyebab Masih Diselidiki
Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, DPKP, Dinas Pertanian, Polres PPU, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga perangkat kecamatan dan kelurahan.
Hingga kini, penyebab kebakaran di kedua lokasi masih dalam penyelidikan kepolisian.
BPBD PPU mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar api dapat ditangani sebelum meluas.
Dua lokasi berhasil dikendalikan, tetapi kewaspadaan terhadap karhutla di PPU tetap diperlukan mengingat kondisi lahan yang masih rentan terbakar.




