Kutip.id,Makassar – Di saat dunia cemas menghadapi ketegangan geopolitik global, petani Indonesia justru tengah memetik buah manisnya. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut situasi panas di mancanegara menjadi “kado tidak terduga” bagi sektor perkebunan dalam negeri.
Peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO), kelapa, hingga kakao telah mengubah nasib banyak keluarga tani di pelosok negeri. Salah satu kisah paling mencolok datang dari Maluku Utara, di mana harga kelapa melonjak drastis dari Rp600 menjadi Rp6.000 per kilogram.
“Petani kita sedang pesta. Saya ke lapangan, mereka bilang ‘Pak Menteri, enak ya kalau krisis’,” ujar Amran di Makassar, Minggu (5/4).
Fenomena ini bukan sekadar angka di atas kertas. Indikator nyata kesejahteraan ini terlihat dari lonjakan jumlah petani yang berangkat ke Tanah Suci. Amran mencatat, jumlah petani yang mampu menunaikan ibadah haji dan umrah meningkat hingga dua kali lipat berkat keuntungan melimpah dari hasil panen yang dihargai tinggi di pasar dunia.





