Kutip.id, Samarinda – Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di Samarinda, Kalimantan Timur, tahun ini menghadirkan pendekatan yang lebih berorientasi pada pelestarian lingkungan. Umat Buddha tidak hanya memperingati momen spiritual, tetapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari praktik kehidupan yang bijaksana.
Ketua Buddhist Centre Samarinda, Pandita Hendri Suwito, mengatakan bahwa rangkaian perayaan Waisak tahun ini mengusung konsep ekoteologi yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penebaran cairan eco enzyme di Sungai Karang Mumus sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Menurut Hendri, tantangan global seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam perlu disikapi dengan kesadaran kolektif. Ia menilai bahwa kemajuan teknologi dan ekonomi harus diimbangi dengan kebijaksanaan serta tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia maupun alam.
Dalam renungan Waisak, umat Buddha diajak untuk mengembangkan sikap welas asih, mengurangi keserakahan, serta membangun kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang damai dan berkelanjutan.
Selain menjadi momentum spiritual, Waisak juga dimanfaatkan untuk memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Timur. Melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, umat Buddha berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Menjaga lingkungan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan membangun kedamaian dalam diri merupakan bagian dari upaya menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Hendri.
Perayaan Waisak 2570 BE di Samarinda menjadi pengingat bahwa ajaran cinta kasih dan kebijaksanaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk menjaga bumi dan mempererat persaudaraan antarsesama.





