Kutip.id, Pengembangan Lapangan Migas Manpatu diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama pasokan energi di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun mendatang. Saat mulai beroperasi pada 2027, lapangan ini diperkirakan mampu menyumbang tambahan produksi gas hingga 80 juta kaki kubik per hari, memperkuat posisi wilayah Mahakam sebagai salah satu sentra produksi gas nasional.
Perkembangan proyek memasuki fase penting setelah rampungnya pemasangan struktur utama platform lepas pantai di perairan South Mahakam. Penyelesaian tahapan tersebut membuka jalan bagi pekerjaan lanjutan sebelum fasilitas siap beroperasi secara penuh.
Tambahan produksi dari Manpatu dinilai strategis di tengah meningkatnya kebutuhan energi untuk sektor industri, pembangkit listrik, dan pengembangan kawasan ekonomi di Kalimantan. Kehadiran pasokan gas baru juga diharapkan mampu mendukung berbagai proyek hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain memperkuat pasokan energi, proyek ini turut memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan industri penunjang dalam negeri, mulai dari jasa fabrikasi, konstruksi lepas pantai, hingga layanan logistik. Aktivitas tersebut menciptakan peluang kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi di sektor migas nasional.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyatakan pengembangan Manpatu merupakan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi di wilayah kerja Mahakam yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung produksi migas Indonesia. Investasi eksplorasi dan pengembangan lapangan baru dinilai penting untuk mengimbangi penurunan alami produksi dari lapangan yang telah beroperasi lebih lama.
Dalam beberapa bulan ke depan, tim proyek akan menyelesaikan pemasangan jaringan pipa, integrasi sistem produksi, serta serangkaian pengujian teknis sebelum fasilitas memasuki tahap operasi komersial. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal agar produksi gas dapat dimulai pada kuartal pertama 2027.
Dengan tambahan kapasitas yang signifikan, Lapangan Manpatu diharapkan menjadi salah satu motor penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan pasokan gas untuk kebutuhan domestik di masa mendatang.





