Kasus Penculikan Anak di Kutim Terungkap, Pelaku Diamankan Tim Gabungan

No comments

Kutip.id, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur berhasil mengamankan seorang pria berinisial MY (32) yang diduga terlibat dalam kasus penculikan seorang anak di Kabupaten Kutai Timur. Penangkapan dilakukan setelah pelaku sempat melarikan diri usai kejadian yang mengakibatkan korban berusia tujuh tahun meninggal dunia.

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, mengatakan pelaku ditangkap oleh tim gabungan kepolisian di wilayah Balikpapan Barat setelah dilakukan pengejaran intensif berdasarkan hasil penyelidikan dan analisis rekaman kamera pengawas.

“Tim berhasil mengidentifikasi pergerakan pelaku melalui sejumlah petunjuk di lapangan, termasuk rekaman CCTV yang merekam aktivitas korban sebelum hilang,” ujar Endar dalam konferensi pers di Balikpapan, Kamis (4/6).

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui membawa korban dari kawasan Sangatta Utara sebelum meninggalkannya di lokasi tertentu dan melarikan diri ke Balikpapan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan hasil autopsi, korban diduga meninggal akibat tenggelam. Tim forensik juga menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban yang kini menjadi bagian dari pendalaman penyidikan.

Polisi menyebut motif kejahatan diduga berkaitan dengan upaya pemerasan terhadap keluarga korban. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan adanya tindak pidana lain yang menyertai kasus tersebut.

Dalam pengungkapan perkara ini, aparat menyita sejumlah barang bukti, termasuk kendaraan yang digunakan pelaku, perlengkapan penyamaran, serta barang yang diduga berkaitan dengan rencana permintaan tebusan kepada keluarga korban.

Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Kutai Timur dan dijerat dengan sejumlah pasal terkait penculikan, perlindungan anak, serta tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa korban. Penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak serta kewaspadaan masyarakat terhadap potensi tindak kejahatan yang menyasar anak-anak.

Also Read

Bagikan: