Kutip.id,Jakarta — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan peluncuran gelombang serangan terbaru yang menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat dan lokasi strategis di Israel.
Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang mereka sebut Operasi Janji Sejati 4. Operasi ini disebut masih terus berlangsung dan telah memasuki tahap serangan lanjutan.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim serangan terbaru merupakan gelombang ke-23 yang dilancarkan menggunakan kombinasi drone tempur dan rudal generasi baru. Sistem persenjataan yang digunakan mencakup rudal jarak jauh seperti Khorramshahr-4 missile, Kheibar missile, serta rudal hipersonik Fattah hypersonic missile.
Menurut IRGC, rudal tersebut diarahkan ke sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Beberapa pangkalan yang disebut menjadi sasaran antara lain Sheikh Isa Air Base di Bahrain, Juffair Naval Base, Ali Al Salem Air Base di Kuwait, serta Azraq Air Base di Yordania.
Selain pangkalan militer AS, Iran juga mengklaim serangan tersebut menargetkan wilayah penting di Israel, termasuk kota Be’er Sheva yang dikenal sebagai salah satu pusat teknologi dan fasilitas keamanan siber negara itu.
IRGC menyatakan operasi tersebut bertujuan menunjukkan kemampuan sistem pertahanan dan teknologi militer Iran, sekaligus sebagai respons atas tekanan dan serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun Israel terkait klaim serangan tersebut. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun dilaporkan masih dalam kondisi tegang menyusul rangkaian serangan yang terus berlanjut.





