Kutip.id,Jakarta-Antaranews,Presiden Prabowo Subianto memaparkan alasan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), bersama sejumlah negara mayoritas Muslim. Keputusan tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti BoP justru membuka peluang lebih besar untuk memengaruhi arah kebijakan global terkait konflik Palestina.
Ia menjelaskan, keterlibatan Indonesia bermula saat dirinya menghadiri Sidang Umum PBB pada 23 September. Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan menuju perdamaian.
Tak lama setelah itu, Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara Muslim seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Amerika Serikat menawarkan proposal perdamaian yang dikenal sebagai “21-point plan” untuk Gaza.
Dari berbagai poin yang dipaparkan, Prabowo menilai ada peluang penting pada bagian yang membuka jalan bagi Palestina untuk menjadi negara mandiri serta mendorong dialog damai dengan Israel. Hal ini dinilai sejalan dengan sikap Indonesia yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina melalui pendekatan dua negara.
Setelah melalui diskusi bersama negara-negara anggota Group of Eight (negara mayoritas Muslim), mereka sepakat untuk mendukung rencana tersebut dengan harapan dapat memengaruhi implementasinya dari dalam.
Menurut Prabowo, bergabung dalam BoP merupakan langkah realistis dibandingkan berada di luar. Dengan menjadi bagian dari dewan tersebut, Indonesia memiliki ruang untuk memperjuangkan kepentingan Palestina secara lebih konkret.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia tidak bersifat mutlak. Pemerintah siap menarik diri apabila forum tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional maupun perjuangan rakyat Palestina.
“Selama keikutsertaan ini memberi manfaat bagi Palestina, kita akan terus berupaya. Tapi jika tidak, Indonesia tidak ragu untuk keluar,” tegasnya.
Prabowo juga menekankan bahwa sikap Indonesia tetap konsisten sejak dahulu, yakni mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.





