Kutip.id,Samarinda – Kabar soal penghentian bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga Samarinda sempat memicu kekhawatiran. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan kebijakan tersebut bukanlah penghentian, melainkan penataan ulang data agar lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menyinkronkan data penerima bantuan dengan sistem nasional, sekaligus mencegah tumpang tindih pembiayaan antara pusat dan daerah.
“Ini bukan dicabut, tapi ditata ulang. Warga yang memang masuk kategori miskin seharusnya ditanggung melalui skema PBI dari pemerintah pusat, bukan lagi dari APBD,” ujarnya, Sabtu.
Ia menegaskan, warga dalam kelompok Desil I hingga V secara aturan berhak masuk dalam program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang didanai melalui APBN. Dengan demikian, anggaran daerah bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang belum tercover.
Selain itu, penyesuaian ini juga dilakukan untuk menciptakan keadilan antar daerah di Kalimantan Timur. Selama ini, jumlah peserta yang ditanggung di Samarinda dinilai jauh lebih besar dibandingkan kabupaten/kota lainnya.
“Kita ingin distribusinya lebih proporsional. Jangan sampai ada daerah yang terlalu besar bebannya, sementara daerah lain jauh lebih kecil,” jelas Jaya.
Meski demikian, Pemprov Kaltim menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan akses layanan kesehatan. Sistem tetap menjamin pelayanan, bahkan bagi warga yang status kepesertaannya sedang dalam proses validasi.
“Kalau ada yang sakit, tetap datang ke fasilitas kesehatan. Akan kami layani. Status kepesertaan bisa langsung diaktifkan kembali jika diperlukan,” tegasnya.
Ke depan, Pemprov Kaltim juga membuka ruang koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Samarinda agar proses sinkronisasi data berjalan lancar tanpa merugikan masyarakat.
Melalui penataan ini, pemerintah berharap sistem jaminan kesehatan menjadi lebih akurat, adil, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.





