Sri Mulyani: Dunia Mulai Ragu pada Dolar AS, Tak Lagi Jadi Aset Aman 100%

No comments
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi pidato di acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden RI dengan tema "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kutip.id, Jakarta — Pandangan dunia terhadap dolar Amerika Serikat sebagai aset paling aman tampaknya mulai berubah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti bahwa kepercayaan investor terhadap mata uang Negeri Paman Sam itu kini tak lagi utuh.

Hal ini terlihat dari penurunan indeks dolar (DXY Index), yang terjadi di tengah meningkatnya indeks volatilitas pasar (VIX Index). DXY mencerminkan kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia seperti euro, yen, dan poundsterling, sedangkan VIX dikenal sebagai pengukur tingkat ketidakpastian di pasar global.

“Kepercayaan 100% terhadap dolar mulai menurun, terlihat dari melemahnya DXY sementara VIX justru naik,” ujar Sri Mulyani dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran akan potensi resesi di Amerika Serikat. Menurut Sri Mulyani, sejumlah lembaga investasi internasional memperkirakan kemungkinan resesi di AS kini telah mencapai 60%, meningkat tajam dari sebelumnya di bawah 50%.

“JP Morgan, Goldman Sachs, semuanya menilai bahwa probabilitas AS masuk ke resesi kini berada di angka 60%,” ungkapnya. Ia juga menyebut kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump, yang melancarkan perang dagang dan menaikkan tarif impor — termasuk terhadap Indonesia sebesar 32% — turut memperburuk situasi.

Di sisi lain, kondisi Indonesia dinilai lebih stabil meski menghadapi tekanan ekonomi global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa risiko resesi Indonesia tetap rendah, hanya sekitar 5%.

“Di tengah meningkatnya risiko resesi global, probabilitas Indonesia terkena dampaknya masih tergolong kecil, sama seperti Malaysia, yaitu di angka 5%,” jelas Airlangga dalam acara yang sama, pada Selasa (8/4/2025).

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara besar lain, seperti Jepang (30%), Meksiko (54%), Jerman (50%), Kanada (48%), dan Rusia (25%).

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20250410104340-17-624819/kata-sri-mulyani-dunia-berubah-dolar-as-tak-dipercaya-100-lagi

Penulis : Yusuf S A

Also Read

Bagikan: