Rusia Dukung Indonesia Tolak Atlet Israel, Sebut IOC Terapkan Standar Ganda

No comments

Kutip.id – Rusia menyatakan dukungan terbuka kepada Indonesia usai negeri ini mendapat sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) akibat menolak keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta pada 19–25 Oktober 2026. Penolakan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas agresi militer Israel di Jalur Gaza.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai keputusan IOC terhadap Indonesia menunjukkan adanya standar ganda dalam penerapan prinsip non-diskriminasi di dunia olahraga internasional.

“Ini jelas merupakan contoh standar ganda. IOC tidak bersikap tegas terhadap negara-negara yang sebelumnya menolak memberikan visa kepada atlet Rusia,” ujar Peskov seperti dikutip Sport.ru.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan Rusia terhadap perlakuan yang selama ini mereka alami di dunia olahraga. Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia dan sekutunya Belarusia memang mengalami pengucilan luas di berbagai ajang olahraga, mulai dari Olimpiade hingga turnamen sepak bola internasional. Banyak atlet Rusia yang dilarang tampil di bawah bendera negaranya, bahkan beberapa kompetisi membatalkan partisipasi tim Rusia sepenuhnya.

Indonesia Dihukum IOC, Kans Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 Pupus

Sanksi IOC terhadap Indonesia berujung pada penghentian seluruh komunikasi resmi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Langkah ini mencakup pembekuan pembicaraan terkait penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, maupun konferensi olahraga internasional lain yang sebelumnya direncanakan digelar di Indonesia.

Keputusan tersebut sekaligus menggagalkan ambisi Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036 rencana yang telah lama menjadi bagian dari strategi diplomasi olahraga nasional.

Dalam pernyataannya, IOC menegaskan bahwa sikap Indonesia menolak atlet Israel bertentangan dengan prinsip dasar non-diskriminasi yang menjadi fondasi gerakan Olimpiade. IOC juga menyatakan bahwa sanksi akan tetap berlaku sampai pemerintah Indonesia memberikan jaminan tertulis bahwa semua atlet, tanpa memandang kebangsaan atau politik, dapat berpartisipasi penuh dalam setiap kompetisi olahraga di wilayahnya.

Tak hanya itu, IOC turut merekomendasikan kepada seluruh federasi olahraga internasional agar menunda penyelenggaraan kompetisi di Indonesia hingga ada kejelasan mengenai komitmen non-diskriminatif tersebut.

Protes dari Federasi Senam Israel

Kebijakan pemerintah Indonesia menolak kehadiran atlet Israel memicu protes keras dari Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation/IGF). IGF menilai tindakan tersebut menciptakan “preseden berbahaya” dalam dunia olahraga.

Organisasi itu bahkan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) agar IOC menjamin partisipasi atlet Israel atau memindahkan lokasi kejuaraan. Namun, upaya hukum tersebut ditolak.

Salah satu atlet yang terdampak langsung adalah Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan juara dunia nomor lantai. Ia batal tampil di Jakarta akibat keputusan tersebut.

Respons Pemerintah Indonesia

Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah menghormati keputusan IOC dan tetap berkomitmen menjaga hubungan baik di panggung olahraga internasional.

“Kami menghormati keputusan IOC dan akan terus berpartisipasi secara aktif di berbagai ajang olahraga dunia,” ujar Erick.

Meski begitu, keputusan Indonesia menolak atlet Israel dianggap sejalan dengan posisi politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dengan dukungan Rusia, Indonesia kini mendapat pembelaan moral di tengah tekanan internasional. Namun, sanksi IOC tetap menjadi pukulan berat bagi ambisi olahraga nasional dan reputasi diplomasi olahraga Indonesia di kancah global. (Ysa)

Also Read

Bagikan: