Otorita IKN Bantah Isu “Kota Hantu”, Tegaskan Pembangunan Nusantara Tetap Berjalan Sesuai Target

No comments
Ibu Kota Nusantara ( dok Otorita Ibu Kota Nusantara

Kutip.id – Media Inggris The Guardian baru-baru ini menyoroti kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) pasca-pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan menyebut proyek tersebut berisiko menjadi “kota hantu”. Namun, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak berdasar.

Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menolak klaim media asing itu dan memastikan bahwa pembangunan IKN justru terus menunjukkan progres signifikan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak benar yang disampaikan wartawan itu,” ujar Troy dalam pesan singkat kepada detikcom, Jumat (31/10/2025).

Troy menjelaskan, sejak awal 2025 pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi penting yang menjadi dasar percepatan pembangunan IKN. Salah satunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk melanjutkan visi pemerataan pembangunan nasional melalui proyek ibu kota baru.

Selain itu, Perpres Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 turut memperkuat arah kebijakan pembangunan, dengan target menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028.

Pemerintah juga telah mengalokasikan Rp 48,8 triliun untuk pembangunan IKN periode 2025–2029. Namun, Troy menekankan bahwa pendanaan tidak hanya bersumber dari APBN, melainkan juga dari investasi domestik dan asing.

“Total komitmen investasi yang sudah masuk mencapai Rp 225,02 triliun, terdiri dari Rp 66,3 triliun investasi swasta dan Rp 158,72 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” jelasnya.

OIKN menilai, pembangunan IKN tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan sektor sosial masyarakat sekitar.

Dalam bidang pendidikan, misalnya, OIKN bekerja sama dengan pengajar asal Inggris untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris siswa di SDN 006 Sepaku, sebagai bagian dari upaya menjadikan Nusantara sebagai “Kota Dunia untuk Semua.”

Sektor pertanian juga menjadi perhatian serius. Sekitar 10 persen wilayah IKN dialokasikan untuk produksi pangan. Otorita mencatat pendampingan terhadap 67 kelompok tani dan wanita tani, serta berhasil memecahkan rekor MURI melalui penanaman serentak 1.010 bibit pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai pada 10 Oktober 2025.

Di bidang kesehatan, OIKN secara rutin menyelenggarakan layanan cek kesehatan gratis di klinik Otorita yang telah melayani lebih dari 877 peserta.

Dengan berbagai langkah itu, Troy memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana dan jauh dari ancaman stagnasi seperti yang diberitakan media asing.

“Insya Allah prospek IKN sangat cerah. Tidak ada keraguan sama sekali. Jangan mudah percaya dengan pemberitaan media asing,” tegasnya.

Sementara itu, laporan The Guardian juga menyinggung soal penurunan aktivitas ekonomi warga sekitar IKN setelah berkurangnya jumlah pekerja proyek. Beberapa pelaku usaha kecil mengaku penjualannya menurun, sementara aktivis lingkungan memperingatkan potensi dampak ekologis akibat ekspansi kawasan IKN di tengah hutan Kalimantan.

Namun, OIKN menegaskan semua aspek pembangunan telah disiapkan secara berkelanjutan dan terukur, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan, demi mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota modern yang inklusif dan berdaya saing global.

(Ysa)

Also Read

Bagikan: