Kutip.id,Nusantara – Transformasi digital kini jadi kunci bagi pelaku UMKM untuk bertahan sekaligus berkembang. Hal inilah yang didorong oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Otorita Ibu Kota Nusantara melalui pelatihan intensif pemanfaatan konten digital bagi pelaku usaha lokal.
Lewat program bertajuk Gen Matic x Shopee, para peserta tak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka langsung diajak praktik mulai dari mengelola toko online hingga merancang konten yang menarik agar produk lebih dilirik di platform digital seperti Shopee.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari strategi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Ibu Kota Nusantara.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas. Tidak boleh ada yang tertinggal secara ekonomi di Nusantara,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar di kawasan inti pemerintahan Nusantara itu diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Suasana pelatihan pun berlangsung dinamis peserta aktif berdiskusi, mencoba langsung fitur digital, hingga memasarkan produknya secara real time.
Materi yang diberikan mencakup strategi menjadi seller hingga peluang sebagai affiliate yang mengandalkan kekuatan konten di media sosial. Narasumber dari Kampus UMKM Shopee, Mohamad Caesar Elfauza, menekankan pentingnya adaptasi di era digital.
“Kalau tidak mengikuti perkembangan, kita akan tertinggal. Media sosial sekarang bukan hanya tempat bersosialisasi, tapi juga ladang bisnis,” jelasnya.
Dampaknya langsung terasa bagi peserta. Salah satunya Yusuf Setia Budi, pelaku usaha Sambal Handil 4, yang mengaku kini lebih paham cara mengemas produknya secara digital.
“Dulu asal posting, sekarang sudah tahu cara bikin deskripsi yang jelas dan menarik. Jadi lebih profesional,” katanya.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi UMKM di Nusantara untuk menembus pasar yang lebih luas. Lebih dari sekadar jualan online, pelatihan ini membuka jalan bagi pelaku usaha lokal untuk bersaing di tengah derasnya arus ekonomi digital.




