Kutip.id, Penajam Paser Utara – Masalah sampah yang selama ini jadi beban kota kini mulai dilirik sebagai peluang. Otorita Ibu Kota Nusantara mendorong terobosan besar: mengubah sampah menjadi sumber energi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) untuk wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya. Kesepakatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyebut program ini sebagai bagian dari transformasi besar dalam pengelolaan sampah di kawasan IKN.
“Ini bukan sekadar mengolah sampah, tapi mengubahnya menjadi energi bernilai yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu.
Konsep PSEL mengusung teknologi ramah lingkungan untuk mengolah limbah perkotaan menjadi energi terbarukan. Dengan pendekatan ini, sampah tak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan menjadi bagian dari solusi energi masa depan.
Program ini juga dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus: penumpukan sampah di kota-kota berkembang dan kebutuhan energi bersih yang terus meningkat di Kalimantan Timur.
Wilayah sekitar IKN seperti Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat diproyeksikan akan merasakan langsung manfaat dari sistem pengelolaan sampah terintegrasi ini. Kawasan tersebut masuk dalam delineasi IKN yang tengah dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru.
Menurut Bimo, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas daerah. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial.
“Kerja sama antarwilayah menjadi kunci. Tanpa itu, sistem berkelanjutan sulit terwujud,” katanya.
Proyek PSEL di Samarinda Raya dan Balikpapan Raya pun diproyeksikan segera direalisasikan. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia menuju energi bersih.
Dengan langkah ini, kawasan IKN tak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai contoh kota masa depan yang mampu mengubah masalah lingkungan menjadi peluang energi berkelanjutan.





