Kutip.id,Washington, D.C. CNN Indonesia – Presiden Prabowo Subianto tiba di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (17/2) siang waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GIF yang membawa kepala negara mendarat di Joint Base Andrews, pangkalan militer yang kerap digunakan untuk penyambutan tamu kenegaraan.
Kedatangan Prabowo disambut sejumlah pejabat Indonesia dan Amerika Serikat, di antaranya Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan RI Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo, serta perwakilan Angkatan Udara AS Kolonel Gary Charland.
Usai prosesi penyambutan, Prabowo yang mengenakan kopiah hitam khasnya langsung menuju kendaraan kepresidenan dengan pengawalan Paspampres dan aparat keamanan Amerika Serikat untuk melanjutkan perjalanan ke hotel di pusat kota Washington.
Selama berada di AS, Prabowo dijadwalkan menjalani tiga agenda utama. Pertama, bertemu dengan sejumlah pengusaha dan investor Amerika Serikat guna memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.
Kedua, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang akan dipimpin oleh Presiden AS, Donald Trump, sebagai inisiator forum tersebut.
Ketiga, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS yang salah satu agendanya adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART). Negosiasi kesepakatan dagang itu telah berlangsung sejak 2025 dan disebut-sebut menjadi tonggak baru hubungan ekonomi kedua negara.
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP menandai peran aktif diplomasi Indonesia dalam isu perdamaian global, khususnya terkait konflik di Gaza. Indonesia resmi menjadi anggota setelah Prabowo menandatangani piagam pembentukan dewan tersebut saat peluncuran di Davos, Swiss, Januari lalu.
Selain Indonesia dan Amerika Serikat, sejumlah negara lain juga bergabung dalam forum tersebut, termasuk Hungaria, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara Eropa serta Asia Tengah.
Dalam penerbangan dari Jakarta, Presiden Prabowo didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kunjungan ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi perdamaian sekaligus memperluas kerja sama ekonomi strategis dengan Amerika Serikat.





